Komponen Sistem Hydraulic

Komponen Sistem Hidrolik

Komponen Sistem Hidrolik

Komponen-komponen yang Terdapat dalam Sistem Hydraulic pada Alat Berat

 

Komponen Sistem Hidrolik

 

dutasaranarental.com- Melihat dari arti katanya yang berasal dari kata hydro yang berarti air dan aulos yang berarti pipa, maka hydaulic ini adalah suatu alat yang bekerjanya berdasarkan air dalam pipa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sistem hidrolik ini merupakan suatu sistem yang menggunakan liquid (cairan hydraulic) yang mengalir dalam pipa / selang untuk meneruskan tenaga/daya. Prinsip yang digunakan pada sistem hydraulic adalah hukum pascal yaitu “benda cair yang ada di ruang tertutup apabila diberi tekanan, maka tekanan tersebut akan dilanjutkan ke segala arah dengan sama besar.

Dalam sistem hydraulic terdiri dari beberapa komponen diantaranya yaitu :

  • Pompa Hydraulic

Pompa Hydraulic ini berfungsi untuk mensupply fluida hidraulic pada tekanan tertentu kepada sistem hydraulic. Pompa ini digerakkan oleh motor listrik atau sebuah mesin yang dihubungkan dengan sebuah sistem kopling. Sistem kopling yang digunakan dapat berupa belt, roda gigi, atau juga sistem flexible elastomeric. Pompa hydraulic memilliki beberapa type yang digunakan, diantaranya yaitu:

  1. Gear pump: selain murah gear pump ini memiliki ketahanan yang lama (awet) juga sederhana pengoperasiannya. akan tetapi juga memiliki kelemahan, gear pump ini memiliki efisiensi yang rendah, karena sifat pompa yang memiliki displacement tetap, dan lebih cocok untuk digunakan pada tekanan di bawah 20 MPa (3000 psi).
  2. Vane pump: murah dan sederhana, biaya perawatan yang rendah, dan baik untuk menghasilkan aliran tinggi dengan tekanan yang rendah.
  3. Axial piston pump : axial piston pump ini merupakan salah satu jenis pompa hydraulic yang menarik. Pompa ini memiliki jenis swashplate atau checkball. pada jenis pompa ini didesain agar dapat bekerja pada displacement yang bervariasi, sehingga dapat menghasilkan aliran dan tekanan fluida hydraulic bervariasi dan dapat disesuaikan sesuai kebutuhan. Jenis yang paling banyak digunakan adalah swashplate pump. Sudut swashplate pada pompa ini juga dapat di ubah untuk menghasilkan langkah piston yang bervariasi tiap putaran. Apabila sudut semakin besar, maka akan menghasilkan debit aliran yang besar dengan besar tekanan yang lebih kecil, dan begitu pula sebaliknya.
  4. Radial Piston Pump: Pompa ini digunakan untuk menghasilkan tekanan fluida hydraulic yang tinggi dengan debit aliran yang rendah. Mungkin harga dari pompa piston ini lebih mahal daripada yang lainnya akan tetapi pada pengoperasiannya memiliki tekanan tinggi dengan ketahanan yang jauh lebih lama jika dibandingkan dengan jenis pompa lainya.
  • Valve Control

Valve Control ini selain fungsinya sebagai pengatur pada besar tekanan yang digunakan juga berfungsi untuk mengatur arah aliran dari fluida hydraulic. Arah aliran yang dimaksud yaitu berhubungan dengan sistem aktuator. Arah gerakan yang diinginkan pada aktuator dikontrol oleh arah aliran dari fluida hydraulic, arah aliran yang diatur oleh valve control.

  • Aktuator

Aktuator ini memiliki beberapa jenis pada sistem hydraulic diantaranya yaitu Silinder hydraulic, motor hydraulic, Sistem Transmisi Hidrostatik, Sistem Pengereman, Swashplate.

  • Reservoir

Reservoir ini disebut sebagai tempat penyimpanan fluida hydraulic untuk mengakumulasi perubahan volume fluida pada saat sistem bekerja. Pada tangki hydraulic juga didesain dengan suatu sistem yang bertujuan untuk memisahkan udara dari fluida hydraulic, karena adanya udara di dalam fluida dapat mengganggu kerja sistem.

  • Akumulator

Akumulator ini memiliki fungsi untuk menyimpan energi tekananan pada fluida hydraulic dengan menggunakan gas. Alat ini termasuk alat tambahan yang tidak semua sistem hydraulic menggunakannya. Tujuan dari penyimpanan energi tekanan tersebut adalah untuk menstabilkan tekanan fluida ketika terjadi penurunan tekanan secara tiba-tiba yang sesaat, agar tidak sampai menganggu akuator yang sedang bekerja.

  • Fluida Hydraulic

Biasanya yang digunakan pada sistem hydraulic adalah fluida dengan berbahan dasar minyak bumi dengan tambahan zat-zat aditif. Dalam penggunaannya menentukan spesifikasi berdasarkan kebutuhan yang diinginkan, misalnya ketahanan terhadap api jika digunakan pada industri dengan lingkungan yang panas, atau pada industri makanan digunakan fluida yang food grade (biasanya minyak tumbuhan) atau juga air. Selain fungsi dari kerja, fluida ini juga berfungsi sebagai pelumas pada komponen-komponen sistem hydraulic.

  • Filter

Filter ini memiliki fungsi sebagai pengumpul kotoran yang ada pada fluida hidrolik, agar kotoran-kotoran tersebut tidak ikut bersirkulasi. Komponen ini sangtlah penting karena kotoran metal selalu diproduksi pada setiap sistem hydraulic. Biasanya filter diposisikan pada sisi suction pompa hydraulic. Kebersihan dari filter ini harus tetap dijaga, jika tidak hal tersebut bisa menyebabkan aliran fluida terhambat dan juga menyebabkan kavitasi pada pompa hydraulic yang sangat membahayakan.

  • Pipa Aliran

Pipa pada aliran fluida hydraulic dapat berupa pipa standart, tube, dan juga berupa hose. Tube berdiameter sampai dengan 100 mm, dan diproduksi oleh pabrik secara memanjang tanpa sambungan. Digunakan untuk tekanan hydraulic tinggi yang presisi. Sedangkan pada pipa standart biasanya digunakan pada operasional  tekanan rendah, dapat menggunakan sambungan, biasanya berupa sambungan las.