Cairan Oil pada Sistem Hydraulic

Oli pada Sistem Hydraulic

Tipe Oil Hydraulic

 

Oli pada Sistem Hydraulic

 

dutasaranarental.com- Pada dasarnya setiap cairan dapat digunakan sebagai media transfer daya. Akan tetapi dalam sistem hidrolik memerlukan kriteria tertentu untuk bisa mencapai cara kerja sistem. Salah satu cairan hydraulic yang digunakan pada sistem hydraulic ini adalah Oil Hydraulic.

Oli hydraulic ini berfungsi untuk memindahkan tenaga dari satu ae ke area yang lainnya. Pemilihan oli hydraulic ini haruslah tepat dan harus tergantung pada aplikasi dan kondisi operasi. Berikut ini jenis oli hydraulic yang   digunakan pada sistem hydraulic :

  • Petroleum oil
Oil ini akan menjadi encer ketika temperatur meningkat dan menjadi kental ketika temperatur turun, Apabila kekentalan terlalu rendah, kebocoran yang besar dapat terjadi pada seal dan sambungan. Apabila viscosity terlalu tinggi, maka operasi unit akan terasa berat dan tambahan tenaga dibutuhkan untuk mendorong oli menuju sistem.
Viscosity dari petroleum oli ditentukan dengan nomor Society of Automotive Engineers (SAE) seperti: 5W, 10W, 20W, 30W, 40W, dsb. Semakin rendah nomornya, semakin baik oli tersebut mengalir pada temperatur rendah.
Semakin tinggi nomornya, semakin kental oli dan lebih cocok dipakai temperatur pada temperatur tinggi. Kekentalan dengan standard ISO menggunakan satuan mm2/S, disebut juga centiStokes (cSt).
  • Oli sintetis
Sintetis oli ini dibuat dengan proses reaksi kimia dengan beberapa bahan beserta komposisi tertentu untuk menghasilkan campuran yang direncanakan dan bahan dasar yang dapat dipresiksi. Sintetis oli secara spesifik dicampur untuk kondisi operasi yang pada temperatur dingin dan panas yang extrim.
  • Fluida tahan api
Pada fluida anti terbakar atau juga disebut fire resistant fluida ini terdapat tiga tipe dasar diataranya yaitu : water-glycol, water-oli emulsion dan sintetis. Digunakan pada situasi yang memiliki resiko kebakaran tinggi seperti pada underground mining, pengolahan baja dan sumur minyak.
  • Water-glycol
Water-glycol ini mengandung 35% hingga 50% air, glycol merupakan bahan kimia sintetis mirip dengan anti-freeze, selain glycol juga terdapat water thickener. Adanya Additive yang berfungsi untuk meningkatkan pelumasan, pencegah karat, korosi dan buih (foam). Fluida water-glycol lebih berat dari oli dan dapat menyebabkan kavitasi pompa. (pembentukan dan pecahnya gelembung uap pada oli hidrolik), menyebabkan erosi dan pitting pada permukaan metal saat kecepatan tinggi. Fluida ini akan bereaksi dengan berbagai logam dan tidak dapat digunakan bersama-sama dengan beberapa tipe cat.
  • Water-oli emulsion
Water-oli emulsion ini merupakan fluida tahan api yang paling murah. Hampir sama yaitu sekitar (40%) air digunakan seperti pada fluida water-glycol untuk mencegah kebakaran. Water-oli dapat digunakan pada oli sistem yang umum. Additive dapat ditambahkan untuk mencegah karat dan terbentuknya buih.